Kecelakaan Bus rombongan Paskibraka asal P.Siantar

kopdir1

Kamis 28 Februari 2013 adalah hari beradarah bagi warga siantar, setelah terjadinya peristiwa kecelakaan bus yang masuk jurang membawa rmobongan paskibraka dari Siantar. Kecelakaan bus itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat kejadian, bus tengah membawa rombongan 30 siswa/siswi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) atau Barisan Pengibar Bendera Sekolah (BPBS) sekitar dari beberapa SMA Negeri di Kota Pematang Siantar. Mereka rencananya akan berkemah di lokasi perkemahan Balai Diklat Kehutanan, Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun. Diduga rem dari Bus Koperasi Diori BB 7663 EA Blong, sementara situasi jalan berliku dan turunan. “Tempat kejadian bus ini jatuh sekitar 2 kilometer dari jalan lintas,”kata Kanit Laka Polres Simalungun, Iptu Alsem Sinaga. Sebelum masuk jurang bus menabrak dinding jembatan dan terguling. Tujuh jenazah dan 18 korban luka sudah diangkat dari jurang berkedalaman 20 meter di kawasan Pondok Buluh, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

kronologi

Semula Umisar Marpaung (48) laki-laki warga Pematang Siantar, diduga adalah supir dari bus naas yang masuk kejurang. Namun belakangan setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, diketahui bahwa supir dari bus tersebut adalah Tellem Simanungsong 45tahun. Dalam kejadian itu Tellem hanya mengalami luka ringan dan ditangkap polisi di jalan lintas Pematangsiantar,dan saat ini status nya telah dijadikan tersangka.  Umisar Marpaung yang semula diduga sebagai supir,  dalam kecelakaan itu adalah teman Simangunsong dan bukan sopir. Pengakuan tersangka, penyebab kecelakaan itu akibat rem yang blong. Saat bus melintas di jalan yang menurun dilokasi kejadian-red, Tellem berusaha mengerem, namun tak berhasil. Tersangka juga mengalami luka akibat kejadian itu, namun masih bisa melarikan diri. Setelah bus terjun ke jurang, tersangka menelusuri sungai sekitar dua jam lamanya.

kopdir

Berikut data-data korban kecelakaan bus Koperasi Diori yang penulis kumpulkan:

korban tewas, yakni;

1. Nabila (15), perempuan, warga Jalan Melati, Pematang Siantar.
2. Masnaria Panggabean, perempuan, warga Jalan Merbau, Pematang Siantar.
3. Oftri Simalango (16), perempuan, warga Simpang Kawat, Tiga Dolok, Simalungun.
4. Jumaida Safitri Lubis (16), perempuan, warga Jalan Kiai, Pematang Siantar.
5. Gusti Ayu (16), Asrama Tojay Rindam, Pematang Siantar.
6. Ananda Anisa Reza (16) perempuan warga Jalan Sisingamangaraja Gg Mustakim, Pematang Siantar.
7. Umisar Marpaung (48) laki-laki warga Pematang Siantar

Kemudian, yang menderita luka-luka ada 17 orang, dengan rincian tiga luka berat dan selebihnya luka ringan. Adapun korban yang menderita luka berat, yakni;

1. Wahyuni S (16)
2. Harmoko (24)
3. Dwi Holila Lubis (15)

Sementara 14 korban yang menderita luka ringan, yakni;

1. Rahel Tambunan (16)
2. Puspita Marbun (16)
3. Diah Puspita (15)
4. Cindy Saragih (15)
5. Mira Mendrofa (15)
6. Wiwin Malau (15)
7. Amlia Pane (16)
8. Fahira Mirza (16)
9. Davidson Tampubolon (31)
10. Ela Anisa (16)
11. Anis Novyanti (15)
12. Juwita Sihite (15)
13. Anggi (16)
14. Andreas Lumbatoruan (16)

Berikut cuplikan video dari para korban saat mendapatkan pertolongan:

http://www.youtube.com/watch?v=aVMqyMS5rDE

Harimonting

Harimonting 1

Harimonting 1

Apakah para pembaca sebelum nya pernah mendengar nama buah yang satu ini?, saya rasa masih banyak orang yang masih belum mengetahui keberadaan nya. Buah yang mempunyai nama asli Rhodomyrtus tomentosa saya lihat dan cicipi di pertama kali di Balige, sewaktu saya masih SD dulu. Buah ini biasanya tumbuh liar di lereng perbukitan disana.
Baca lebih lanjut