Becak Siantar

Becak Siantar

Untuk Mengawali hijrah nya saya pulang ke kampung halaman, buat artikel tentang Siantar dulu mengenai transportasi asli dari kota kelahiran admin. Admin sendiri sering menggunakan jasa transportasi ini. Becak siantar adalah salah satu ikon terkuat kota siantar, yang sangat khas dari becak ini adalah suara nya yang mengelegar ala moge. Blarr…blarr.. :mrgreeen: . Juga sespan nya yang unik, sistem peredam kejutnya itu loo, asoii. Becak siantar ini bermerek BSA buatan Inggris yang sudah langka populasinya.

BSA merupakan kependekan The Birmingham Small Arms Company. Perusahaan ini awalnya didirikan untuk menyuplai persenjataan tentara Inggris selama Perang Crimean (1853- 1856). Setelah perang usai, BSA terus mengembangkan produknya. Selama PD II, BSA menjadi salah satu pemasok utama kendaraan militer untuk tentara Inggris. Pada masa itu, mereka memproduksi 126.000 sepeda motor tipe M20 berkapasitas mesin 500 cc. Sepeda motor yang pertama kali dibuat tahun 1941 inilah yang ikut dibawa pasukan sekutu ke Pematang Siantar pasca pendudukan Jepang di Indonesia. Produk BSA di Pematang Siantar sebenarnya tak hanya yang dimiliki tentara sekutu, tetapi juga pengusaha partikelir pemilik perkebunan di sekitar kota hingga bekas administratur pemerintah Hindia Belanda. Setelah kepergian sekutu dan nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia, ratusan sepeda motor BSA di Pematang Siantar ditinggalkan begitu saja, termasuk milik tentara Inggris. Sebagian pengusaha perkebunan Belanda dan Eropa lainnya berbaik hati memberikannya ke penduduk pribumi bekas pegawai mereka. Becak ini dulunya adalah kenderaan yang digunakan untuk mengangkut peralatan perang pada masa perang dunia II . Secara umum, motor BSA masuk ke Indonesia pada masa peralihan tentara Jepang ke tentara Sekutu (Belanda-Inggris). BSA kemudian menyebar ke daerah-daerah jajahan Belanda, termasuk ke Siantar.

becak3

Riwayat sepeda motor BSA tak akan berubah seandainya tak ada ide Pahala Siahaan mendatangkan becak mesin dari Medan sebagai alat transportasi di Pematang Siantar selain sado pada tahun 1956. Waktu itu, Pahala membawa becak bermesin sepeda motor merek KK buatan Jerman. Apa yang dilakukan Pahala diikuti beberapa orang Pematang Siantar lainnya. Menurut Kartiman yang juga merupakan salah satu pionir dari becak siantar ini bahwa topografis Kota Pematang Siantar yang berbukit-bukit mengharuskan becak ditarik sepeda motor berkapasitas mesin besar. Terletak di punggung bukit, sekitar 45 kilometer dari Danau Toba, jalanan Kota Pematang Siantar memang naik turun.

Pada akhir tahun 1950-an, setelah melihat banyaknya sepeda motor rongsokan BSA yang tak terpakai di berbagai sudut kota, penduduk mulai berpikir memanfaatkannya sebagai mesin penarik becak.Kartiman mengatakan pada awalnya ada sekitar 20 hingga 30 orang yang berkumpul, beberapa orang di antaranya veteran pejuang kemerdekaan. Mereka berkumpul sambil membicarakan kemungkinan memanfaatkan sepeda motor peninggalan perang untuk dijadikan becak. Bukan hanya BSA, tetapi sepeda motor old fashion lainnya, seperti Norton, Triumph, BMW, hingga Harley Davidson, juga ada. Para pionir becak siantar, Kartiman, Mbah Sari, Muhammad Rohim, dan Tikno, mencoba segala jenis sepeda motor itu untuk dijadikan becak. Percobaan yang dilakukan selama dua tahun (1958-1959) membawa kepada kesimpulan, BSA-lah yang paling sesuai. Kartiman juga menambahkan bahwa sebenarnya Norton juga kuat untuk kondisi daerah Pematang Siantar yang berbukit-bukit namun kendalanya adalah dalam hal keborosannya menghabiskan bahan bakar apabila dibandingkan dengan BSA yang hemat bahan bakar.Selain hemat bahan bakar, menurut Ketua BSA Owner Motocycles Siantar Kusma Erizal Ginting, suku cadang BSA sangat mudah ditiru. BSA juga bisa menerima onderdil dari sepeda motor lain. Seperti karburator BSA dapat diganti dengan menggunakan karburator dari RX-King dan juga Honda CB. Efisien dalam soal sparepart menjadi sangat penting karena pabrik BSA sejak 1972 sudah ditutup dan tak lagi berproduksi, seiring dengan kebakaran besar yang melanda pabrik mereka. Kartiman menuturkan, keberhasilan para pionir becak siantar mengoperasikan kembali sepeda motor BSA menggerakkan penduduk Pematang Siantar untuk mencari sepeda motor ini ke berbagai daerah. Tujuannya hanya satu, dijadikan becak.

Keberhasilan tetap hidupnya becak Siantar ini ditopang oleh kerja para mekanik dan pemilik bengkel yang bisa dianggap sebagai maestro untuk urusan sepeda motor BSA. Di Pematang Siantar, menurut Erizal, ada lima bengkel dan dua orang yang dianggap berjasa terus melestarikan becak Siantar, antara lain Bengkel Handayani, bengkel milik Syafii Leo, bengkel Rahayu, bengkel milik Mbah Sari, dan bengkel bubut milik Rohim. Dua lainnya adalah bengkel khusus dinamo BSA milik Tikno dan bengkel milik Yadi di daerah Karangsari. Para pekerja yang ada di bengkel ini bisa dikatakan bukan lagi pekerja bengkel, tetapi seniman ukir besi. Bagaimana tidak, BSA sudah tak lagi memproduksi sparepart motor bikinannya sejak lama. Namun di tangan orang-orang ini, sepeda motor BSA bisa bertahan di Pematang Siantar,” kata Erizal.

becak2

Berbeda denga becak dikota Siborong-borong yang menggunakan basis motor vespa, becak Siantar sendiri menggunakan basis motor BSA, dimana motor BSA ini dipakai sebagai tentara sekutu untuk kendaraan dinas militer. Tahun pembuatan rata-rata tahun 1941 hingga 1956, mesin nya sendiri terdiri dari dua kubikasi,Ada dua tipe sepeda motor BSA yang digunakan sebagai mesin penarik becak. Pertama tipe M20 berkapasitas 500 cc buatan tahun 1941 hingga 1948. Kedua tipe ZB31 berkapasitas mesin 350 cc buatan tahun 1950 hingga 1956. Selain pada kapasitas mesin, perbedaan yang mencolok di kedua tipe BSA ini adalah penggunaan shockbreaker dan jenis klep mesin. keduanya sama menganut sistem 2 katup udara, OHV (over head Valve). Roda belakang juga tak menggunakan shockbreaker. Untuk menahan guncangan, di bawah bantalan tempat duduk pengemudi diletakkan dua buah per, mirip seperti tempat duduk skuter. Sedangkan BSA tipe ZB31 memiliki shockbreaker layaknya sepeda motor sekarang. ZB31 lebih tahan guncangan ketimbang seniornya sehingga para penarik becak siantar memodifikasi tipe M20 dengan menambahkan shockbreaker seperti pada tipe ZB31. Umumnya sepeda motor BSA yang digunakan adalah tipe M 20 buatan tahun 1941 hingga 1948 berkapasitas mesin 500 cc, dan tipe ZB 31 buatan tahun 1950 hingga 1956 berkapasitas mesin 350 cc. Dikarenakan suku cadang yang tidak mungkin tersedia lagi, kebanyakan abang tukang becak BSA mengkanibal dari mesin kendaraan lain, seperti piston dari mesin daihatsu Hijet, jika butuh penyesuaian, tukang bubut lah yang banyak berperan dalam hal ini.

Keberhasilan Pematang Siantar melestarikan sepeda motor lama peninggalan perang ini justru membuat banyak orang tertarik berburu BSA di sini. Mulailah berdatangan kolektor dari luar kota Pematang Siantar hingga kolektor dari luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. “Dulu kami pernah mendatangkan 50 BSA bekas tentara Inggris di Singapura. Sekarang mereka malah balik berburu BSA ke sini,” ujar Erizal. Dari sekitar 2.000 unit BSA pada tahun 1990-an, sekarang, menurut Erizal, yang tersisa di kotanya tinggal 800-an unit. Sekitar 600 unit di antaranya dioperasikan sebagai becak mesin. Menurut Erizal, tak banyak tindakan Pemerintah Kota Pematang Siantar menghadapi ancaman hilangnya ratusan sepeda motor tua dari kota mereka. Kalaupun ada sifatnya hanya individu kepala daerah. Orang asing cukup banyak yang mencari BSA ditempat ini harganya bervariasi dari mulai Rp.1 juta-Rp. 50 juta, Bahkan kalau ada yang terawat harganya berkisar Rp. 25 juta-Rp 100 juta.

Tahun 2000, pihak pemerintah setempat pun sudah mencanangkan Becak Siantar sebagai alat transportasi untuk Pariwisata. Sekedar informasi, sebelum menggunakan jasa si tukang becak, kita harus negosiasi harga lebih dulu, sesuai dengan lokasi tujuan kita. Tarifnya tidak mahal kok, dan masih standar.

Jadi jika kesiantar, jangan lupa naik Becak Siantar Yaaaa.. šŸ˜€

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s