Tentang Adat dalam berkehidupan dalam Simalungun

KELAHIRAN :

Tardidi ( Baptis ), lebih cepat lebih bagus Tardidi atau di Baptis Anak
Marguru Malua setelah tumbuh dewasa

    mengikuti marguru Malua antara 12 thn dan seterusnya untuk nantinya Malua ( Angkat sidi ), masing-masing Gereja ada pembelajaran Firman, untuk mendapatkan Surat Malua ( Angkat Sidi ), untuk SIM menuju perkawinan.

    PERKAWINAN :

    Alap Dear -> ada persetujuan antara kedua belah pihak Orangtua
    Marlua-lua ( Lari kawin ) -> yang salah satu orangtua tidak setuju. tapi si Garama dan Anak Boru sudah komitmen untuk sehidup semati.

    PEDOMAN ALAP DEAR ( PERSETUJUAN KEDUA BELAH PIHAK ORANGTUA) :

    Antara si Garama dan si Anak boru -> telah ada kesepakatan dan merencanakan membentuk Rumah Tan­gga. Dan diwujudkan secara Adat dan tahapan yg akan dilaksanakan.
    Parsahapan Naposo -> si Garama dan si Anak boru biasanya menyampaikan kepada Namboru nya masing-masing untuk berumah tangga, dan Namborunya ini menyampaikan kepada masing-masing orangtua kedua belah pihak untuk dirundingkan antara pihak si Garama dan si Anak Boru.
    Padomu Parsahapan-> Berdasakan kesepakatan yg membuat rencana tentang Batang Unjukan/Boli/Pajabu parsahapan.
    Riah tonga jabu-> Kesepakatan yg dicapai di tempat masing-masing, yg disusun siapa Anak boru jabu (ABJ), Anak boru sanina ( ABS ), dll.
    Pajabu Parsahapan -> * Rombongan paranak terdiri dari orangtua dan calon pengantin,sanina, Anak boru jabu. Dan Boru dan undangan.

    Siboanon

    Sabalutan indahan.
    2 ( dua ) manuk nalabur ( Naiatur ) untuk Hasuhutan dan Anak Boru Jabu/ Boru
    Daging untuk pangiring.
    Napuran
    Rokok
    Uang berbagai pecahan

    Susunan Acara

    Napuran Buha Harbangan
    Napuran Buha Pintu ( Runtas Ding-ding)
    Napuran Tangan-tangan/ sihoras-horas
    Napuran Buha sahap
    Acara makan bersama
    Manuk naiatur satu diserahkan ke orangtua si anak boru sekalian lengkap Pangiring
    Manuk naiatur satu ke Anak boru jabu/Boru
    Parboru menyampaikan juga manuk naiatur beserta Dekke ke Paranak

    6. Acara selesai makan

    a. Menyampaikan Napuran Salpu mangan dan Panginsopan

    b. Napuran saur

    c. Napuran Parhombaran

    d. Marsahap / Marsisungkunan

    e. Padaskon sebagian batang unjukan yg sdh disepakati Martumpol Manjalo pasu-pasu,tempat pesta dan jumlah undangan

    f. Menyampaikan ucapan terima kasih dll

    6. Maralop

    a. Rombongan Paranak-> Orangtua dari calon pengantin,sanian, ABS,tulang(tondong), ABJ dan boru serta undangan

    b. Bahan persiapan ( Siboanon )-> * Ampang dan tutup , isolut tombuan marisi 2 manuk naiatur dan sabalutan indahan

    Namalum 13 piring
    Daging pangiring
    Uang sisa batang unjukan

    c. Susunan pardalan->

    Namanjujung tombuan biasanya boru
    Orangtua si Garama
    Sanian, ABS, Boru, ABJ, Tulan/Tondong serta undangan

    d. Susunan Acara->

    Menyampaikan napuran tangan-tangan/sihoras-horas
    Menyerahkan siboanonparanak kepada parboru diterima ABJ
    Doa.
    Makan bersama
    Napuran salpu mangan dan panginsopan
    Napuran saur ( marbatu ) kepada orangtua si Anak boru
    Napuran Parsungkunan kepada suhut paduahon
    Marsahap/ masisungkunan paranak dan parboru
    Penyampaian batang unjukan/boli/partingan si Anak boru dan si Garama
    Napuran Har-har parboritan dari parboru ke paranak
    penutup

    7. Pamasu-masuan ( pesta perkawinan ).

    a. Acara dirumah parboru sebelum berangkat ke Gereja

    è Tukar bunga

    è Menyampaikan napuran dan mohon doa restu

    è Berdoa dan berangkat ke Gereja

    b. Acara gereja

    è Kebaktian

    è Kata sambutan

    è Foto kenangan

    è c. Acara Gedung

    è Penyambutan Penganten

    è Hadirin/undangan

    è Menyambut Rombongan Tondong/tulang oleh hasuhutan bolon, suhut, sanina, rombongan ,

    è siboan dekke, didampingi ole boru

    è Acara makan bersama ->sesuai kesepakatan menyampaikan sipangan naiatur

    è Menyampaikan makanan penganten oleh orangtua si Anak boru

    è Menyampaikan dekke

    è Doa Makan

    è Dalam acara makan Hasuhutan bolon mendatangani para undangan ucapin selamt menikmati

    è Menyampaikan pinggan panganan

    è Acara selesai makan – Doa Penutup Makan

    è Mangulosi

    è Marsahap/ marpodah

    è Mangappu Paranak

    è Doa penutup

    8. Paulak Limbas

    9. Acara malam sesudah pesta.. (di undang ke rumah)

    Sekian untuk sementara tahapan ADAT PERKAWINAN (Garis Besar dalam Pelaksanaannya) dibuatkan nanti lebih detail dan juga Paradaton berikutnya.

    Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s