Haranggaol, Kampung Halamanku

Haranggaol adalah salah satu dari gugusan kota di tepi pantai Danau Toba. Sebuah Kota kecil yang dingin ini sangat lah bersejarah bagi saya, karna saya sempat menghabiskan masa kecil bersama keluarga saya disini, sebelum kami pindah ke Pematang Siantar. Disini anda akan menikmati panorama khas danau Toba, yang dikawal oleh kokoh nya Bukit Barisan, dijamin menambah rasa kagum anda begitu besar kuasa TUHAN.
Kota ini berjarak kira-kira 200Km atau sekitar 3 Jam perjalan dari Medan, Ibu kota dari Sumatera Utara. Anda dapat melalui rute: Medan-Kaban Jahe-Merek-Saribudolok-Haranggaol. Atau rute: Medan-P.Siantar-P.raya-Haranggaol, keduanya relative memakan waktu yang sama, namun jika anda ingin menikmati alam secara penuh, anda bisa melewati rute: Medan-P.Siantar-Tigaras-Haranggaol. Rute yang terakhir dijamin akan membuat anda takjub akan pesona alam dari Kabupaten Simalungun. Sangat cocok untuk anda yang melakukan tur keluarga atau semacamnya. Anda akan menjumpai keramahan khas dari penduduk setempat yang mayoritas berasal dari suku Batak Simalungun.
Sebelum sampai dikota haranggaol. Anda akan melewati jalan yang cenderung menurun dan bertikungan tajam, saya sangat menyarankan untuk anda yang gampang mabuk perjalanan agar meminum obat anti-mabuk sebelum nya. Namun cara yang paling ampuh adalah memandang alam sekeliling anda.


Dimana anda akan disuguhi pemandangan kota haranggaol yang berada di bawah dari jalan yang anda lewati (Anda akan melewati jalan di sepanjang bukit yang menurun) , persis ditepi danau toba. Pemandangan dari perbukitan & Ladang pertanian warga setempat menambah suasana indah yang tak bisa terlupakan.

Anda akan sangat beruntung jika anda datang ke sini pada hari Senin atau Kamis (Hari Pekan) Anda akan disuguhi pemandangan hiruk pikuk nya kegiatan perdagangan dikota ini, umumnya warga setempat menjual hasil bumi asli daerah ini pada hari itu.
Sayur-mayur seperti : Kol, Tomat, Cabe, Bawang (Bawang merah & buah Mangga adalah komoditi yang paling terkenal dari daerah ini), Atau dari bidang perikanan seperti Ikan Mujahir, Ikan Emas, Ikan Nila, & Ikan Gabus dapat anda temui pada hari itu



Masyarakat setempat umumnya menyebut “hari pekan” ,yang Kegiatan jual-beli seperti di pasar namun berbeda karna pesona khas Haranggaol. Dahulu pedagang atau Pembeli dari Pulau Samosir sering datang setiap hari pekan, namun dewasa ini, hal itu sudah jarang terjadi.

Didermaga kapal anda akan menemukan kegiatan orang-orang yang sedang memancing, atau anak-anak yang sedang terjun dari atas demaga ke danau toba. Dari kejauhan anda dapat menatap pulau Samosir yang ada di tengah Danau Toba.


Bagi anda yang inigin menghabiskan malam ditempat ini, masih tersedia beberapa penginapan di tepi danau.

Namun saya lebih menyarankan untuk menginap dirumah warga saja, mengapa tidak?? Selain warga disini ramah, anda juga akan merasa melebur menjadi satu dengan alam dan orang-orang disini.



Saya harus mengakui bahwa tempat ini sangat berubah, hampir setengah dari perairan ditepi Haranggaol di tutupi oleh keramba penduduk setempat. Minim nya pe-nataan, membuat keramba ini terlihat sangat menutupi keindahan dari kampung halaman saya ini


Mayoritas penduduk disini menggantungkan hidup dari Keramba-keramba yang mengapung didanau toba. Menurut info yang saya peroleh, hal tersebut dikarenakan faktor alam. Dahulu keramba bukanlah sumber pendapatan satu-satunya, Dahulu Hasil pertanian dari daerah ini sangat melimpah. Sewatu keluarga saya disini, pekerjaan ayah saya adalah bertani. Namun sekarang sangat berbeda, Masyarakat yang sebelumnya bertani, sebagian besar telah meninggalkan lahan pertanian nya, mereka beralih menjadi peternak Ikan apung, dikarenakan makin memburuknya kondisi tanah dan alam di daerah ini. Yang membuat hasil pertanian menjadi sangat berkurang.

J Purba adalah “Bapak tua” Saya yang masih tinggal di daerah ini dan masih bertani, Bapak Tua adalah Saudara laki-laki yang lebih tua dari ayah saya. Dalam suatu kesempatan saya bertanya kepada beliau mengapa hal ini bisa terjadi?, Dia menjawab: “Alam semakin tidak bersahabat, tanaman yang dulu subur diladang ku, tak menjanjikan lagi. Bawang merah yang dulu sangat terkenal dari daerah ini, sudah tidak ada lagi yang menanam nya. Dikarenakan hasil yang tak bagus, tanah disini tak bisa lagi membuat bawang merah tumbuh subur. Itu yang membuat mereka beralih ke keramba. Lebih menjanjikan kata orang itu”, Demikian keterangan dari Bapak Tua saya.


Diatas semua itu, saya sangat mencintai kampung halaman saya ini. Saya selalu merindukan nya. Haranggaol telah masuk kedalam aliran darah dan sum-sum tulang saya.

Saya hanya bisa berharap ke pada pemerintah setempat untuk lebih memperhatikan dan meng –evaluasi mengapa semua ini bisa terjadi. Saya yakin, semua merindukan haranggaol yang dulu lagi. Haranggaol yang indah diterpa sinaran keemasan matahari terbit & tenggelam. Haranggaol yang selalu saya rindukan. Bagaimana pendapat anda? Mengenai tulisan saya, Silahkan di share.. 🙂

Diatei tupa Horas Simalungun !!! Habonaron Do Bona

Iklan

22 comments on “Haranggaol, Kampung Halamanku

  1. Terakhir lewat Haranggaol (mau ke kampung ompung di Sirungkungan) infrastruktur jalan rusak parah mulai dari Pem. Raya sampai ke Hranggaol. Sayang sekali

  2. eta nasiam mambere dekke lobe, hahaha,,,siholan tumang bani tano hatubuhan on, semoga tambah taun tambah dearni ma lokan, asa gabe terkenal huta ta on das sap tano on hahahahah,, trims anak haranggaol

  3. horas ma batta haganupan.
    selamat natal ma. bani tanoh hatubuan purbasaribu, haranggaol.
    semogo di tahun nalao roh on tambah dear haranggaol on janah tambah rejeki.
    janah boi manjaga hutatta on ase lambin rodearni hu ari nalao roh on

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s