Marga-Marga di Simalungun

Simalungun mengenal 4 marga (morga) yang kerap disebut dengan morga sioppat, yaitu Sinaga, Purba, Saragih, dan Damanik atau disingkat dengan SIPASADA. Hubungan kekeluargaan, asal, dan silsilah (tarombou) dari keempat marga ini belum dapat ditentukan secara ilmiah,
Baca lebih lanjut

Iklan

Nilai-Nilai Luhur dalam Ajaran Habonaron Do Bona

Salah satu kepercayaan asli yang masih mempunyai masyarakat pendukung di daerah Sumatera diantaranya adalah kepercayaan Habonaron Do Dona. Pendukung ajaran Habonaron Do Bona pada umumnya adalah masyarakat Simalungun yang juga dikenal dengan Halak Timur.

Lambang_Kabupaten_Simalungun


Masyarakat Simalungun merupakan salah satu dari enam subsuku bangsa Batak yang secara geografis mendiami daerah induk Simalungun. Ajaran Habonaron Do Bona bersatu padu dengan adat budaya Simalungun atau Adat Timur, sebagai tata tuntunan laku dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dalam menyembah Tuhan Yang Maha Esa.

Baca lebih lanjut

Tentang Adat dalam berkehidupan dalam Simalungun

KELAHIRAN :

Tardidi ( Baptis ), lebih cepat lebih bagus Tardidi atau di Baptis Anak
Marguru Malua setelah tumbuh dewasa

    mengikuti marguru Malua antara 12 thn dan seterusnya untuk nantinya Malua ( Angkat sidi ), masing-masing Gereja ada pembelajaran Firman, untuk mendapatkan Surat Malua ( Angkat Sidi ), untuk SIM menuju perkawinan.

    Baca lebih lanjut

Haranggaol, Kampung Halamanku

Haranggaol adalah salah satu dari gugusan kota di tepi pantai Danau Toba. Sebuah Kota kecil yang dingin ini sangat lah bersejarah bagi saya, karna saya sempat menghabiskan masa kecil bersama keluarga saya disini, sebelum kami pindah ke Pematang Siantar. Disini anda akan menikmati panorama khas danau Toba, yang dikawal oleh kokoh nya Bukit Barisan, dijamin menambah rasa kagum anda begitu besar kuasa TUHAN. Baca lebih lanjut

Pernikahan Adat Batak

“Magodang anak, pangolihononhon, magodang boru pahutaon (pamulion)”
Artinya: Jika putra sudah dewasa, ia akan dicarikan istri (dinikahkan) dan jika putri sudah dewasa dia patut bersuami (tinggal di kampung suaminya).

Masyarakat Batak, tak terkecuali di kota-kota besar termasuk Jakarta, masih memegang kuat nilai-nilai budaya. Mulai dari sistem kekerabatan, hingga adat istiadat (termasuk ruhut paradaton dalam perhelatan adat mulai dari bayi, anak, remaja, perkawinan dan kematian) tetap terpelihara dalam kehidupan sehari-hari. Berikut saya paparkan urut-urutan adat pernikahan di dalam masyarakat Batak khususnya Batak Toba yang lazim digunakan terutama di kota Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia, mulai dari patiur baba ni mual (mohon doa restu) hingga marunjuk (pesta pernikahan). Baca lebih lanjut